Catatan Kriminal Bintang Transformers Shia LaBeouf, Terbaru Pukul Warga Hingga Babak Belur
Shia LaBeouf Kembali Berurusan dengan Hukum
Aktor ternama Hollywood, Shia LaBeouf (39), kembali menghadapi konsekuensi hukum setelah ditangkap atas tuduhan penganiayaan di New Orleans. Kejadian ini terjadi saat ia sedang berada di tengah perayaan tahunan di Royal Street, Louisiana, Amerika Serikat, pada Selasa (17/2/2026). Insiden ini menambah daftar panjang catatan kriminal yang telah ia buat sebelumnya.
Menurut laporan Departemen Kepolisian New Orleans (NOPD), keributan bermula ketika LaBeouf diusir dari sebuah toko karena membuat kegaduhan. Alih-alih pergi, ia justru meluapkan kemarahannya secara tidak terkendali. “Setelah dikeluarkan dari gedung, korban melaporkan dipukul oleh LaBeouf menggunakan tangan kosong berkali-kali,” tulis rilis resmi kepolisian, seperti dikutip NBC4 Washington.
Meski sempat dilerai dan diminta untuk pergi, LaBeouf justru kembali lebih agresif dan memukul korban yang sama pada bagian tubuh atas. Tidak hanya itu, ia juga menyerang orang kedua dengan pukulan telak tepat di bagian hidung.
Catatan Kriminal yang Terus Bertambah
Penangkapan ini bukan sekadar tambahan pada catatan kriminal LaBeouf, melainkan menjadi bukti nyata bahwa transformasi personal yang ia umumkan ke publik selama ini masih belum berhasil. Pada tahun 2020, saat menghadapi gugatan kekerasan dari mantan kekasihnya, FKA Twigs, LaBeouf sempat merilis pernyataan emosional yang menyebut dirinya "malu" dan mengaku telah "menyakiti orang-orang terdekat selama bertahun-tahun."
Kala itu, ia menyalahkan kebiasaan minum alkohol sebagai pemicu kelakuan agresifnya. Namun, insiden berdarah di New Orleans ini menunjukkan bahwa penyesalannya tak lebih dari sekadar pencitraan.
Pola Agresi yang Sering Terulang
Pola agresi yang sama, mulai dari penghinaan rasis pada polisi di Georgia tahun 2017, hingga gangguan ketertiban di Broadway tahun 2014, kembali berulang tepat di saat publik mengira ia telah pulih. Dalam insiden terbaru ini, LaBeouf sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas "cedera yang tidak diketahui" sebelum akhirnya dijebloskan ke penjara segera setelah ia dinyatakan stabil.
Dokumen daring kepolisian mengonfirmasi bahwa ia didakwa dengan dua pasal penganiayaan ringan. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Shia LaBeouf belum memberikan tanggapan resmi.
Namun, bagi publik dan para korbannya, insiden ini bukan lagi tentang "masalah ketergantungan," melainkan tentang seorang aktor yang terjebak dalam siklus kekerasan yang ia akui sendiri, namun gagal ia hentikan.
Kesimpulan
Shia LaBeouf, yang sebelumnya dikenal sebagai pemeran utama film Transformers, kembali menunjukkan sisi gelapnya. Penangkapan ini tidak hanya membuktikan bahwa ia belum mampu mengubah perilaku agresifnya, tetapi juga menunjukkan bahwa upaya transformasi yang ia klaim selama ini masih jauh dari harapan. Bagi banyak orang, ini menjadi peringatan bahwa masalah kekerasan dan kecanduan alkohol tidak bisa dianggap remeh, terlepas dari status atau reputasi seseorang.