Dokumenter Tanah Batuah Tapin: Pendidikan, Pekerjaan, dan Perubahan Sosial

Table of Contents

Film Dokumenter "TANAH BATUAH (Land of The Blessed)" Menggambarkan Perubahan Sosial di Kabupaten Tapin

Film dokumenter “TANAH BATUAH (Land of The Blessed)” yang dirilis oleh Good News From Indonesia (GNFI) menghadirkan kisah tentang kehidupan masyarakat Kabupaten Tapin di tengah perkembangan industri. Film ini menunjukkan bagaimana pendidikan, dunia kerja, dan budaya lokal saling berkelindan membentuk perubahan sosial yang bertahap dan berkelanjutan.

Dokumenter ini dibuka melalui kisah seorang penggiat budaya yang aktif bersama Yayasan Bilik Budaya Tapin. Ia menjelaskan bahwa Tapin dulu dikenal sebagai lumbung seni budaya Kalimantan Selatan. Kini, kota ini kembali berkembang melalui kolaborasi antara seniman, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak pendukung. Nilai religiusitas masyarakat disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian tradisi di tengah perubahan zaman.

Pendidikan dan Kolaborasi dengan Dunia Industri

Di sektor pendidikan, film ini menyoroti SMK Negeri 1 Tapin Selatan yang menjalin kolaborasi dengan dunia industri untuk memperkuat kesiapan kerja siswa. Program yang dijalankan mencakup pengajaran dari praktisi industri, pelatihan operator alat berat, magang, workshop keselamatan kerja, beasiswa pendidikan, serta kegiatan konservasi lingkungan.

Pihak sekolah menyebut bahwa keterlibatan industri telah meningkatkan minat pada pendidikan vokasi sekaligus memperluas peluang karier bagi lulusan di daerahnya sendiri. Perubahan sosial tersebut terlihat melalui perjalanan karier masyarakat lokal. Salah satu contohnya adalah Sabirin Mukhtar, GS Site Officer KPP MINING Jobsite Rantau yang bergabung sejak 2004. Ia memulai karier sebagai operator genset dan kini memegang posisi manajerial. Ia juga berperan menjembatani hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Karier yang Berkembang dan Dukungan Kompetensi

Kisah lain datang dari Rusmila, Finance Accounting & Tax Section Head KPP MINING Jobsite Sungai Putih, yang memulai pekerjaannya dari posisi electrical staff hingga dipercaya memegang jabatan strategis. Ia menekankan bahwa adanya kesempatan peningkatan kompetensi dan pendidikan lanjutan bagi karyawan sangat penting dalam perkembangan karier.

Sementara itu, Indra Hendarsyah selaku KPP MINING Academy Section Head menjelaskan pentingnya pengembangan kepemimpinan lokal agar mampu membangun hubungan harmonis antara manajemen, karyawan, serta tokoh masyarakat dan budaya setempat.

Perspektif Generasi Muda

Perspektif generasi muda hadir melalui Rayhan Effendi, mekanik berusia 22 tahun, yang merasakan budaya kerja inklusif serta dukungan pembelajaran di lingkungan kerja. Pengalaman tersebut menggambarkan terbukanya jalur karier baru bagi generasi lokal tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Melalui rangkaian kisah tersebut, “TANAH BATUAH (Land of The Blessed)” menunjukkan bahwa keberadaan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan sosial melalui pendidikan, kesempatan kerja, dan penguatan identitas. GNFI mengajak publik melihat Kalimantan Selatan bukan hanya sebagai wilayah produksi energi, melainkan ruang hidup yang menumbuhkan harapan dan masa depan generasi penerus.